Minggu, 29 Januari 2017

Alternative World Game With Bets Negative Skill-Chapter 2-Lebih buruk dari 1

Chapter 2-Lebih buruk dari 1


Langit gelap yang disinari bulan masih menampilkan kedua sosok siluet yang masih berdir ditempatnya masing-masing. Terlihat hewan liar disekelilingnya hanya memperhaikan mereka berdua dari kejauhan tanpa adanya alasan yang menggangggu mereka. Sepertinya kedua sosok siluet ini juga tidak peduli dengan sekitar mereka.
“Anu. Bukankah seharusnya kita pergi sekarang.” yang membuka percakapan pertama adalah gadis yang ada didepannya.
“Benar. Kita harus menjauh kearea aman sekarang.” melihat kanan dan kiri monster ada disekitar.
“….”
“Jadi ayo cepat pergi.” dan kami berdua mulai menjauh dari area pertarungan tersebut.
“Hah…hah…hah…” suara orang yang mulai kehabisan udara dan tenaga terlihat jelas disana. “Sial, aku melupakannya. Betapa bodohnya aku berlari dengan tubuhku sendiri. Apa kamu tidak masalah dengan ini Milly, sepertinya kamu tidak cukup kelelahan setelah berlari.”
“Tidak masalah, aku sudah terbiasa dengan semua ini.”
(Sialan kamu, aku belum pernah lari hingga sejauh ini.)
“Ngomong-ngomong Riki, sepertinya kamu terlihat sudah kelelahan. Apa kita harus istirahat disini?”
“Hah…?”
“Iya aku bisa membuatkan tenda dan membuatkan sedikit makanan.”
(Oh itu yang dia maksudkan.) “Baiklah jika itu yang terbaik.”
“Riki kamu bisa menunggu disana tetapi tetap berhati-hatilah terhadap monster”
Aku melihat dia mulai menyiapkan alat yang diperlukan dan aku mulai berjalan disekitar mengawasi lingkunagan. Sungguh tidak disangka ini adalah hal yang nyata bisa berjalan-jalan didunia game yang sangat dia sukai. Dilihat dari manapun dia masih belum mempercayainya, melihat sekeliling ada hamparan bukit membentang luas, berbagai semak tumbuh disekitar bukit, dan mungkin ini hanya bisa kalian temukan didalam dunia novel fantasi saja.
“Siap, sudah selesai.”
“Cepat sekali kamu melakukannya Milly.”
“Hahaha, pujilah aku sepuasnya.”
(Dasar kamu cewek loli aku masih tetap tidak menyukaimu.)
“Ini makanlah, sepertinya stamina yang kamu miliki sudah turun cukup banyak.”
Ketika Milly memberikanku secangkir susu dan roti sambil mengatakannya. Aku tersadar akan sesuatu hal yang amat penting. Iya benar sekali, status apa yang aku miliki didunia ini dan aku tidak sadar selama ini dengan statusku sendiri sudah berlari-lari begitu jauh.
“Haaaarrrrgh!!!! Milly kamu pintar sekali.”
“Hah apa, apa yang terjadi, apa yang sedang kita bicarakan?”
“Bukan itu, kamu benar aku belum melihat status yang aku miliki sampai sekarang.”
Segera setelah itu aku mulai mencoba melihat status yang aku miliki. Aku mulai menggerakan tanganku baik kanan kiri atau cara apapun sudah dilakukan.
“????”
“Ada apa ?”
“Aku tidak bisa melihatnya, aku tidak tahu caranya.
“Oh begitu.”
“Hah, hanya itu tanggapannmu. Tidak bisakah kamu memberi tahukan bagaimana cara untuk melihatnya.”
“Kamu tidak mau bertanya paduku dari tadi.”
(Gadis sialan, setelah aku melakukan semua hal bodoh tadi tanggapanmu hanya ini.)
“Aku sendiri juga tidak paham secara pastinya dengan cara melihat status. Jika aku menginginkan informasi tertentu tiba-tiba keluar begitu saja tanpa aku sadari.”
“Apa maksudmu ?”
Milly mulai menjelaskan dasar dari melihat status yang dia katakana tadi, dari apa yang aku pahami sepertinya apa yang dimaksud oleh Milly adalah kecenderungan membayangkan sesuatu dan muncullah apa yang dia bayangkan. Tetapi sekeras apapun kamu membayangkannya jika kamu tidak memilikinya maka apa yang kamu inginkan juga tidak muncul. Jika kamu bisa membayangkan dari proyeksi yang kamu inginkan dengan baik maka apa yang kita sering lihat sebagai menu akan muncul disana. Kesimpulannya kita hanya perlu membayangkan hal yang kita inginkan dan kita harus memilikinya maka kita dapat meliahat semua menu yang sebelumnya ditampilkan pada layar game ketika aku masih berada didunia yang aku tinggali sebelumnya.
Percobaan pertamaku aku mulai menutup mata dan membayangkan menu apa yang akan aku tampilkan, berusaha untuk memproyeksikan apa yang pernah aku lihat sebelumnya tetapi sepertinya aku tidak bisa memunculkan apa-apa disana. Sepertinya pada percobaan pertama aku gagal melakukan hal tersebut, Milly mengetahui kekecewaanku dan dia membantuku untuk melakukannya dia mengajarkan cara untuk melakukannya.
Percobaan kedua aku melihat Milly dengan santai mengeluarkan menu yang diinginkan tanpa menutup matanya. Aku tidak begitu memahaminya apakah itu akan berhasil atau tidak, jadi aku mencoba kembali apa yang diajarkannya dan sekarang aku berusaha untuk tidak menutup mata. Aku membayangkan setiap menu yang ada pada layar dengan baik, sepertinya ini akan sedikit berhasil. Sedikit demi sedikit terlihat jelas ada bentuk layar disana dan muncullah beberapa menu yang aku inginkan.
Sepertinya tidak semulus yang dipikirkannya, tiba-tiba semua menu terbuka secara serentak dan semua informasi yang aku bayangkan saling tumpang tindih terus menerus. Aku panik dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan, ditengah kepanikan yang terjadi tiba-tiba terdengar bunyi PIP dan layar yang aka proyeksikan menjadi biru. (Hah..) apa yang terjadi membuatku kaget, bluescreen ? apa-apaan dengan hal itu. Dengan wajah yang dipasang seperti orang bodoh, gadis didekatnya sepertinya sedikit terhibur dan mengeluarkan tawa kecil disana.
Percobaan ketiga sepertinya aku sudah mulai paham dengan system yang harus kulakukan. Benar untuk sekarang aku hanya akan fokus pada satu menu yang penting yang hanya aku inginkan. Aku mulai mebayangkan suatu proyeksi dari menu status yang pernah aku lihat. Ini terlihat berhasil dan munculnya menu lebih cepat dari pada ketika aku mengeluarkan banyaj informasi menu, jadi sepertinya munculnya proyeksi juga tergantung dari seberapa besar proyeksi yang akan diproyeksikan.
“Akhirnya berhasil pada percobaan ketiga, setidaknya aku paham dengan sistemnya.”
“Bagaimana-bagaimna apakah sekarang kamu sudah berhasil?”
“Hahaha, ya sepertinya aku berhasil mulai dari sekarang.”
“Lihat-lihat bagaimana keadaan status yang kamu miliki.”
“Jika kamu juga ingin melihatnya baiklah.”
“Bolehkah, terima kasih. Aku ingin melihatnya.”
“Iya baiklah sabar sebentar, aku juga belum melihatnya.”
Aku mulai menggerakan tanganku pada proyeksi yang sudah aku buat dan mencoba membayangkan kolom status yang aku miliki. Kami berdua melihat dengan seksama apa yang tertulis disana. Mata kami hanya melotot dengan apa yang kita lihat disana, seperti seseorang melihat anaknya yang pintar tiba-tiba mendapatkan raport yang jelek mata dan mulut kami hanya bisa terbuka sangat lebar.
“Apa maksudnya dengan status yang aku miliki ini, ini sungguh mengerikan.”
“Benar-benar, status kamu cukup parah, bahkan orang berlevel 1 setidaknya masih memiliki angka disana. Ini seperti kamu lebih buruk dari level 1.”
“Cukup aku tidak ingin mendengar kata-kata itu dari kamu.”
“Hah, apa kamu tidak berterima kasih dengan apa yang aku ajarkan.”
“Masa bodoh dengan hal itu, berterima kasih padamu juga tidak berguna statusku tidak akan menjadi lebih baik dari pada itu.”

STATUS
Rizky Kurniawan / 1                                      
Race    : Human                                                          Job       : -
HP       : 238                                                                MP      : 60
STR     : -/                                                                    VIT     : -/
INT     : -/                                                                    LUCK : -/
AGI     : 178                                                                DEX    : -/
EVA    : 200
Skill
-           
Profession Skill
-           
Unique Skill
-          Alternative World of Shadow
Note : Nama/Level
Status yang mungkin lebih buruk dari apa yang pernah kalian bayangkan, apa yang dikatakan Milly benar bahkan seburuk apapun level 1 masih memiliki angka pada status mereka. Aku sangat depresi melihat status yang aku miliki, tidak hanya aku harus mengulang kembali dari level 1 tetapi juga aku tidak memiliki status yang jelas layaknya seorang NPC (Non Player Character) bahkan mungkin lebih buruk dari NPC yang aku juga tidak tahu mereka punya status atau tidak.
Aku melihat kembali proyeksi status yang aku miliki rasanya ingin menangis, tetapi aku tidak boleh menangis didepan gadis yang baru aku kenal. Dengan perasaan yang kacau aku mulai melihat dengan seksama setiap bagian dari status yang aku miliki. Selain dari HP dan MP yang memiliki angka normal untuk seorang berlevel 1, tetapi ada 2 status lagi yang memiliki angka dengan jumlah yang cukup kuat dan mengerikan untuk seorang berlevel 1.
Agility normalnya hanya sekitar 50 seingat aku dan Evasion setinggi apapun level kamu Evasion bukanlah status yang bisa meningkat hanya dengan level. Evasion hanya bernilai 100 secara normal, 80 untuk job guardian, 130 untuk job adventure, dan 150 untuk job assassion. Evasion tidak dapat lebih tinggi dari itu kecuali menggunakan item dan equipment. Tetapi apa yang kumiliki bahkan sudah mencapai 200 sebelum memilih job dan menggunakan equipment.
“He-he apa kamu tidak terlalu dini untuk menyerah, dasar aku ini bodoh.”
“Apa yang kamu tertawakan Riki ?”
“Tidak apa-apa aku hanya sedang mencerna status lain yang muncul, bagaimana denganmu ?”
“Dilihat dari manapun seharusnya kamu sudah mengetahuinya.”
(Benar apa yang dia katakana, tetapi bukankah seharusnya ada Unique Skill disana)
“Oh iya sepertinya juga ada satu skill lain yang ditambahkan disana.”
“Benarkah, apa nama skillnya?”
“Hm. Tunggu sebentar akan aku lihat kembali.”
Sambil dia mulai melihat kembali menu status yang dia miliki aku melihat kembali kearah status yang aku miliki. Baiklah ternyata ada sedikit status yang dapat aku andalkan untuk sekarang.
“Nah ini apakah kamu juga ingin melihatnya, atau mungkin kamu tidak tertarik ?”
“Ayo cepat jangan banyak bicara, kesini aku juga ingin melihatnya.”
“Uh jahatnya kamu ini.”

STATUS
Milly / 70                                            
Race    : Human                                                          Job       : Adventurer
HP       : 14832                                                            MP      : 1962
STR     : 1945                                                              VIT     : 1102
INT     : 1114                                                              LUCK : 578
AGI     : 831                                                                DEX    : 489
EVA    : 185
Skill
-          Destructed Beam                                                  -     Electric Doom
-          Chain Static                                                          -     Thunder Arrow
-          Paralyze Arrow                                                     -     Thunder Clad
-          Air Walk                                                               -     Increase Walk
-          Light Walk                                                            -     Rush Walk
-          Hop Walk                                                              -     Elemental
-          Fine Bless                                                              -     Critical
-          Double edge
Profession Skill
-          Blacksmith
-          Alchemy
-          Chef
-          Pets
-          Survival
Unique Skill
-          Thunder Goddess
“Wow menakjubkan dewi petir, apakah itu masuk dalam profession skill ?”
“Begitulah, ketika aku mencoba membukanya terdapat skill tambahan jadi kemungkinan besar itu adalah profession skill.”
“Sepertinya itu berkat usahaku, aku membuat karakter dimana semua skill serangan panah berelemen petir.”
“Jadi bagaimana dengan Alternative World of Shadow yang kamu miliki apakah skill itu menarik ?”
“Mendengan kamu bertanya skill orang lain seperti itu, aku juga jadi terlihat penasran.”
“Nama skill yang aneh ya.”
“Jangan katakana hal itu didepanku, itu membuatku sedikit chunni.”
“….”
(Aku piker gadis ini sangat menjengkelkan.)
Ragu-ragu untuk melihat unique skill macam apa yang aku dapatkan, aku mencoba memberanikan diri untuk membuka keterangan yang ada dari skill ini. Sekilas dari kalimat awal jelas tertulis skill ini dikategorikan sebagai Profession Skill seperti yang dimiliki oleh Milly. Untuk sementara aku berpendapat bahwa Unique Skill merupakan bagian dari Profession Skill dimana masing-masing karakter dalam game hanya dapat memiliki 5 Profession Skill dan 15 Actif/Passive/Buff/Debuff Skill. Untuk Unique Skill itu adalah pengelompokan baru.
Alternative World of Shadow / 1
Profession Skill
Sebuah kemampuan dasar yang membuatmu dapat melakukan pengendalian penuh terhadap dunia alternative dengan konsep-konsep baru dari dunia yang kamu lalui dan kamu kumpulkan dari balik baying-bayang penyimpangan dimensi dunia.
Efek : Meningkatkan Luck dan Evasion.
Negatif : Tidak diketahui
1.      Shadow Trust
Membuat pengguna dapat mempercayai kemampuan objek target dengan menjadi bagian dari bayangan objek sehingga dapat menggunakan kekuatan yang sama persis dengan objek secara penuh.
Casttime : tidak diketahui
Negatif : kegagalan dalam melakukan cast akan mengurangi 50% status.
MP : 50

Rabu, 18 Januari 2017

Alternative World Game With Bets Negative Skill-Chapter 1-Pertemuan karakter dengan tuannya

Chapter 1-Pertemuan karakter dengan tuannya


“Ahh…uah…!!”
Sesuatu aroma yang menyegarkan mengisi ruangan ini seakan menciptakan semau makhluk hidup yang ada terbangun dan mendekatinya untuk mendapatkan sedikit kenikmatan nectar yang dihasilkan. Tidak hanya serangga mungkin manusia juga berharap mendapatkannya jika mereka dapat melakukannya.
“Se-se-lamat pagi.” terdengar suara lembut dari tengah ruangan berdiri gadis berambut merah muda berparas cantik menggunakan gaun putih terusan dengan beberapa motif garis, silang, dan gambar bunga iris berwarna merah dikedua ujung lengan baju dan bagian bawah. Jika dilihat secara penuh mungkin dapat disimpulkan jika gadis ini berumur diantara 14-16 tahun.
Ada sebuah vas yang memiliki rangkain bunga yang dipegang erat oleh gadis itu diatas dadanya. Sepertinya aroma dari bunga inilah yang membangunkan tidur panjangku.
“Oh, selamat pagi Linesa. Kamu bangun pagi sekali.” aku mulai terbangun dan duduk di atas ranjang yang entah bagaimana aku berada disana.
“Ti-ti-dak. Ini su-su-dah biasa.” dengan iris matanya yang berwarna hitam itu digerakkan ke kanan dan ke kiri kemudian menunduk, aku rasa percakapan kita masih sedikit canggung dan aku lebih memilih untuk mengikuti alur.
Linesa mulai meletakkan vas bunga tersebut ditengah ruangan, tentunya ada sebuah meja dan dua buah kursi kayu biasa disana dan tidak ada yang istimewa. Dari sana aku mulai bangkit dari tempat tidur ini dan mendekati gadis itu.
“Sreek…. Waaa, kau mengagetkanku.”
“Maaf-maaf, apa yang sedang kau lakukan ?” aku bertanya karena heran dengan apa yang sedang gadis ini lakukan dari tadi didepan meja.
“Saya hanya bisa merangkaikan bunga ini dan tidak tahu bagaimana sistem membuat makanan disini.”
Ya benar aku sendiri juga tidak dapat menjelaskan apa yang sedang terjadi sekarang ini, meskipun ada sedikit perasaan bahagia tapi aku paham dengan situasi sekarang.
“Jika itu makanan aku bisa menyediakan untuk sekarang, sepertinya ada beberapa persedian yang ada di dalam “inventory”.” tangan kananku mulai bergerak dan membayangkan kotak inventory yang aku miliki, benar sekali disana muncul sebuah persegi penjang dan terdapat beberapa gambar disana. Aku mulai mencari beberapa gambar nasi omelet dan botol berwarna coklat disana serta satu piring kue kering dengan taburan gula diatasnya.
“Ah kenyangnya, apakah ini yang disebut surga.” dengan mengembangkan kedua tangan ke atas menandakan benar-banar nikmatnya makan pagi ini, tetapi aku tidak tahu apakah semua ini benar-benar baik untuk dimakan pada pagi hari bahkan tidak terdapat komposisi yang bagus didalamnya pikirku.
Dengan pikiranku yang sedang melambung tinggi dengan berbagai hal makanan yang mungkin dapat dikombinasikan, tiba-tiba sepertinya aku teringat akan suatu hal yang cukup penting “Sial, aku melupakannya.” dan entah bagaimana dan berasal dari mana sebuah anak panah dengan cepat melesat melewati depan mata. Akurasi yang cukup mengerikan ini mungkin dapat membuat semua orang pingsan, sedikit saja aku menggerakan kepala mungkin akan banyak darah dilantai. Keringat mulai jatuh disekujur tubuhku melihat hal ini.
“Ahh,… kalian, kenapa kalian meninggalkan waktu sarapan kali ini hanya berdua.”
Sesosok gadis muda lainnya muncul dari arah pintu dan terlihat sedang mengembungkan pipinya sebagai tanda marah dan kesal.
“Tidak, lihatlah Linesa masih belum menyelesaikan sarapannya. ….. Maaf!!!!”
“Tidak ada maaf bagimu.” “Kyaaa” kehebohan mulai terjadi didalam ruangan ini, dan aku terus menerus meminta maaf padanya.
 Ruangan menjadi sangat gaduh dan menganggu tamu dikamar lain jika ada tamu dikamar sebelah tetapi sepertinya berbeda dengan gadis berambut merah muda yang ada didepanku ini, dia tidak terpengaruh oleh tindakan kita berdua dan dengan santai menikmati makanannya dan meneguk perlahan susu coklat hangat yang tersedia di atas meja. Aku memandang dengan senang keuda gadis itu, ada sesuatu yang terpikirkan olehku menepis bayangan kedua gadis didepan “Apa yang akan kita lakukan setelah ini ?” Tiba-tiba kesadaranku seperti terbawa jauh kebelakang membayangkan apa yang terjadi kemarin dan keadaan yang sekarang sedang kita lewati serta bagaimana kita sekarang bisa duduk dalam satu meja.
******
Cahaya terang yang melingkupi ruangan sedikit demi sedikit mulai menghilang dari pandangan sekitar, perlahan digantikan gelapnya lingkungan sekitar. Setidaknya tempat ini tidak terlalu gelap pikirku, cahaya bulan menerangi beberapa tempat disekitar dan memberikan gambaran siluet beberapa pemandangan pepohonan dan semak disekitarnya, dilain pihak ratusan atau mungkin ribuan bintang menghiasi indahnya langit malam dan memberikan ketenangan jiwa dilubuk hatiku. Tetapi sepertinya itu tidak berpengaruh pada sesosok manusia yang sedang berdiri disana, dia seperti patung dan tidak bergerak sama sekali dari tempat itu bukan karena dia tidak ingin, mungkin keterkejutanlah yang membuatnya seperti itu.
Dia mulai dapat menggerakan pergelangan tangannya, terasa ada sedikit sensasi lembut dan kenyal disana. Berapa lama hal ini berlangsung dan mulai membuka mata, ya terlihat jelas sekali adegan apa yang terjadi jelas tidak pantas untuk dikatakan karena biasanya sudah umum terjadi pada adegan-adegan echi. Sadar dengan apa yang terjadi didepan mukanya terlihat sesosok gadis muda bermata biru laut yang terus menatapnya dengan pipi yang merona merah dan terlihat sedikit air mata disana.
“Kyaaa…..” pukulan melayang kearah laki-laki didepannya, tetapi tanpa sadar dia dapat melompat kebelakang sejauh 2 meter untuk menghindarinya yang bahkan mustahil untuk dilakukan secara normal.
“Sial, kenapa kamu menghindarinya dasar bodoh.” gadis tersebut mulai bangkit dengan ekspresi yang masih sama dan berusaha menutupi dadanya.
“….” tangannya mulai meraba-raba udara seperti sedang memegang bola tenis, sepertinya sudah terlambat untuk sadar dan menyembunyikan kedua tangannya.
“Ini-ini tidak seperti yang kamu bayangkan, justru aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tunggu-tunggu tenanglah aku juga tidak menyentuh tubuhmu bagian manapun.”
Sepertinya ini tidak berhasil sama sekali gadis ini tidak merubah ekspresi dan tetap terdiam, aku mulai menganalisa keadaan yang sedang terjadi dan mencari cara mengatasinya. Tidak membutuhkan waktu lama sepertinya gadis didepan tidak terasa asing olehku. Benar sekali bukankah dia adalah karakter yang digunakan sebagai karakter utama dalam game yang aku mainkan.
“Apakah namamu Milly ?”
Gadis itu sepertinya sedikit tersentak mendengar pertanyaan yang kubuat dan sepertinya ekspresinya berupah menjadi menatap tajam curiga kepadaku.
“Be-benar. Bagaimana kamu mengetahui namaku ? Siapa kamu ?”
“Namaku Rizky Kurniawan.”
Tatapan matanya tidak berubah sama sekali, aku bingung bagaimana cara untuk menjelaskannya. Tunggu sebentar aku teringat akan suatu hal apakah mungin dia tidak mengenalku sama sekali ataukah aku memiliki nama lain. Mungkin aku akan mencoba dengan nama akun yang digunakan dalam game ini karena ada sedikit perbedaan dengan nama asliku.
“Riki.” mendengar nama ini ekspresinya berubah, ternyata duagaanku benar dia mengenali nama itu.
“Riki.”
“Iya seperti itulah semua orang memanggilku.”
“Wush…” “Tidak mungkin!!!” sebuah panah tiba-tiba melesat kearahku, tetapi seperti sebelumnya tanpa sadar dia bisa menghindarinya kembali.
“Tidak, tidak. Apa ada yang salah. Tolong tungggu sebentar, aku mengatakan yang sebenarnya.”
“Apa kamu benar-benar Riki ?”
“Bukankah sudah kukatakan sebelumnya, Riki adalah nama panggilan saja tidak lebih.”
Dengan sekuat tenaga aku berusah meyakinkannya, tetapi ekspresi macam apa yang dibuatnya. Air mata keluar dari mata menjatuhi pipinya dan terlihat dia mulai menangis pelan dengan posisinya tiba-tiba terduduk kemudian berusaha mengusap air matanya, bagaimanapun kerasnya dia menghapus air mata yang jatuh itu adalah hal yang sia-sia karena air matanya terus mengalir jatuh.
Melihat apa yang terjadi didepannya Riki memiringkan kepalanya, dia tidak mengetahui apa yang salah dengannya. Riki hanya diam memikirkan aku tidak salah bukan, tidak dalam artian kejadian meraba-raba tadi sudah selesai bukan, aku berpikir ternyata gadis didunia manapun sama saja tetap menyebalkan. Riki sebenarnya bukan anak nakal hanya saja dia tidak memiliki kesan baik dimata semua gadis, sehingga dia menganggap hal itu menyebalkan saat dia berpikir bahwa gadis dalam game lebih baik ternyata pendapatnya sama saja jika mereka saling bertemu.
“Jadi benar kamu adalah tuanku, tuan yang selalu menjagaku ?”
“Hah…” dengan kesan pertama yang diucapkan setelah beberapa saat menangis Riki hanya terkejut dengan hanya suara itu yang keluar dan mulutnya yang terbuka lebar.
“Tuan, jadi tuan benar-benar datang menemuiku sekarang. Aku sangat gembira.”
“….”
“Maaf dengan kekasaranku tadi yang menyebut anda “bodoh”.”
“Tunggu apa yang kamu katakan? Tuan? Menjaga?”
“Benar tuan, tuan adalah yang telah melahirkan saya kedunia ini dan menjaga saya sampai sekarang.”
“Aku tidak mengetahui tentang itu, kamu hanya karakter yang dibuat untuk memainkan game.”
“…”
Milly hanya memiringkan kepala dengan jari telunjuknya menempel bibir. (Sial aku tidak bisa menjelaskannya dengan baik. Tentu saja dia tidak memahami apa yang baru saja aku katakana). Jika dipikir kembali secara matang mungkin apa yang dia katakan tidaklah salah, secara teori itulah sebenarnya kenyataan yang para karakter alami secara nyata. Berpikir jernih adalah hal yang baik untuk sekarang.
“Baiklah. Namamu adalah Milly? Dan kamu menganggapku sebagai tuanmu?”
“Iya benar tuan.”
“Tidak, tidak, jangan panggil aku dengan sebutan tuan itu terlihat aneh bagiku. Namaku adalah Rizky tetapi kamu boleh memanggilku Riki.”
“Tapi…”
“Tidak apa-apa cobalah.”
“Ri-Ri Rik-Tuan Riki.”
“Jangan menggunakan tuan, cukup Riki saja.”
“Baik Ri-Riki.”
“Baiklah begitu juga cukup. Ngomong-ngomong bisa jelaskan padaku apa yang terjadi sekarang, kenapa aku bisa berada disini, dan apakah disini adalah Bolgan Valley ?”
“Benar sekarng kita berada di Bolgan Valley dan aku tidak mengetahui maksud dari perkataan apa yang terjadi, yang aku ingat tiba-tiba ada cahaya terang dan tuan, ah bukan… maksud saya Riki muncul dan jatuh diatasku.”
“Jadi seperti itu, kamu juga tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dan sebaiknya kamu belajar memanggilku dengan benar.”
“….” Terlihat Milly menundukkan kepalanya.
(Apa yang sebenarnya terjadi denganku, kenapa aku masuk dalam game yang sedang aku mainkan bersama dengan karakter yang aku buat sendiri?). Memikirkan apa yang sedang terjadi aku memandang polos keatas terlihat indahnya bintang menyelimuti langit dan suara angin malam melewati mereka berdua.
Suasana sekitar menjadi cukup hening dengan yang aku lakukan, terlihat juga disana Milly mengikuti arah pandanganku dan menggenggam erat kedua tangannya diatas dadanya sepertinya air mata sudah tidak membekas diwajah cantiknya. Rambut pirang yang terurai mulai bergoyang tertiup angin malam dan menciptakan aura yang indah.
(Baiklah akan aku jelajahi tempat ini pastinya dengan mata kepalaku sendiri) aku mulai mengepalkan tangan kananku menandakan semangat jiwa mudaku mulai membara. Aku mengganti arah pandanganku kearah Milly dan sepertinya Milly juga melihat kearahku.
“Milly?”
“Iya.”
“Ayo kita jelajahi tempat ini bersama-sama.”
“Baik.” Milly mengangguk.

Kata-kata ini menjadi awal perjalan mereka serta cerita antara Tuan dan karakternya menjelajahi dunia game untuk mencari tahu alasan keberadaan mereka yang sebenarnya didunia game ini.