Sabtu, 26 November 2016

Alternative World Game With Bets Negative Skill-Prolog I

Alternative World Game With Bets Negative Skill
Prolog I
Sebuah dosa besar raja terdahulu menyebabkan kekacauan dan kehancuran bumi, langit, dan lautan membuat murka para dewa. Pilar-pilar langit dijatuhkan sebagai tanda menyerahnya para dewa dengan manusia. Perang dan perang akan selalu terjadi sebagai takdir dari hidup dan matinya manusia. Moster-monster yang terlahir dari rasa dosa menaiki tahta tertinggi mereka, pilar-pilar pembawa bencana menjadi bidak kehausan darah bagi semua makhluk hidup.
Dosa para manusia telah membawa malapetaka dan membawa dosa lainya untuk dewa yang mereka sembah. Dosa para dewa sudah tidak terbantahkan dan memperburuk keadaan, perang telah usai dan kedamaian tidak begitu saja lepas dari tangan. Rasa cemas mengancam lebih besar dari sebelumnya, pilar-pilar bencana kini telah aktif berkat para monster. Monster yang memiliki bakat alam mengendalikan pilar-pilar bencana sebagai sumber kekuasaan mereka. Setidaknya para monster dapat lebih bijak dari manusia, koloni mulai terbentuk dan kasta-kasta mulai diakui membuat para monster dapat terhindar dari kehancuran dan perebutan pilar.
Salah satu pilar terakhir jatuh pada kediaman sang raja muda yang belum tercemar dosa. Dewa bersyukur dengan keadaan ini tetapi juga cemas dengan sang raja yang masih terlalu muda untuk menanggung semua dosa para leluhur dan para dewa. Sang raja muda berdoa untuk mendatangkan orang yang dapat membawa perdamaian setiap malam dibawah terangnya bulan dan kokohnya pilar. Dewa yang ada tidak dapat berbuat banyak, tidak ada dewa yang ingin mengambil resiko dosa besar terulang. Dewa tidak berani berbuat, manusia tidak tahu malu, dan monster yang terus mengusai benua. Dihari terakhirnya sang raja muda datang dan berdoa untuk kesekian kalinya, pilar langit didepannya memancarkan cahaya, akhirnya dia percaya jika ini bukan pilar bencana.
Cahaya yang terang memberikan suatu simbol segi enam yang cukup rumit dengan empat sayap membentang berlawanan. Dari sanalah keajaiban muncul dan datanglah petualang dari dimensi lain untuk menjaga kedamain manusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar