Alternative World Game With Bets Negative Skill
Prolog I
Sebuah
dosa besar raja terdahulu menyebabkan kekacauan dan kehancuran bumi, langit,
dan lautan membuat murka para dewa. Pilar-pilar langit dijatuhkan sebagai tanda
menyerahnya para dewa dengan manusia. Perang dan perang akan selalu terjadi
sebagai takdir dari hidup dan matinya manusia. Moster-monster yang terlahir
dari rasa dosa menaiki tahta tertinggi mereka, pilar-pilar pembawa bencana
menjadi bidak kehausan darah bagi semua makhluk hidup.
Dosa
para manusia telah membawa malapetaka dan membawa dosa lainya untuk dewa yang
mereka sembah. Dosa para dewa sudah tidak terbantahkan dan memperburuk keadaan,
perang telah usai dan kedamaian tidak begitu saja lepas dari tangan. Rasa cemas
mengancam lebih besar dari sebelumnya, pilar-pilar bencana kini telah aktif
berkat para monster. Monster yang memiliki bakat alam mengendalikan pilar-pilar
bencana sebagai sumber kekuasaan mereka. Setidaknya para monster dapat lebih
bijak dari manusia, koloni mulai terbentuk dan kasta-kasta mulai diakui membuat
para monster dapat terhindar dari kehancuran dan perebutan pilar.
Salah
satu pilar terakhir jatuh pada kediaman sang raja muda yang belum tercemar
dosa. Dewa bersyukur dengan keadaan ini tetapi juga cemas dengan sang raja yang
masih terlalu muda untuk menanggung semua dosa para leluhur dan para dewa. Sang
raja muda berdoa untuk mendatangkan orang yang dapat membawa perdamaian setiap
malam dibawah terangnya bulan dan kokohnya pilar. Dewa yang ada tidak dapat
berbuat banyak, tidak ada dewa yang ingin mengambil resiko dosa besar terulang.
Dewa tidak berani berbuat, manusia tidak tahu malu, dan monster yang terus
mengusai benua. Dihari terakhirnya sang raja muda datang dan berdoa untuk
kesekian kalinya, pilar langit didepannya memancarkan cahaya, akhirnya dia
percaya jika ini bukan pilar bencana.
Cahaya yang terang
memberikan suatu simbol segi enam yang cukup rumit dengan empat sayap
membentang berlawanan. Dari sanalah keajaiban muncul dan datanglah petualang
dari dimensi lain untuk menjaga kedamain manusia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar